MEMAHAMI SEJARAH ANARKO

“Memahami sebuah ideologi dengan benar akan memberikan kita sikap toleransi dengan benar.”

***

        “Jadi kalau anarkho kita akan mulai dari hal yang paling elementer ya, akar katanya, jadi pengertian dasar dari anarko itu sebetulnya kan, dari bahasa Yunani: an-archein. Archein adalah sesuatu yang menjadi dasar, menjadi akar. Jadi, menolak segala sesuatu yang berakar pada…e nantinya dalam konteks politik itu dalam bentuk Hierarki, jadi menolak segala bentuk hierarki. Nah, akar pemikirannya sendiri dari anarkisme ini berasal dari era… katakanlah kalau era modernnya itu dalam era pemikiran Piere-Joseph Proudhon itu di abad 19. jadi yang pertama kali mencetuskan istilah anarkis dalam bahasa prancis itu adalah si Proundon ini tapi pada saat itu juga bermuncul pemikiran lai seperti Max Striner, di Amerika ada Henry David Thoreau. Tendensi-tendesi seperti itu sebenarnya sudah ada.

 Jika kita ingin melacak sejarahnya, bisa dilacak sejak modernitas belum lahir, bahkan kalau kita ingin lihat dari segi, ada dua ya…yang satu dari segi teorinya, yang satu dari segi prakteknya.

        Praktek-praktek yang di kemudian hari di duga sebagai praktis anarkhis misalnya yang dilakukan oleh.

Di dalamsejarah Romawi itu pada abad keempat-abad kelima itu ada suatu kasus yang dikenal sebagai  Secessio Plebis, usaha untuk menarik diri masyarakat rakyat jelata…Romawi kan waktu itu…apa ya..tertata, ada pelapisan social antara kelas Plebeian dan kelas Pratician, bangsawan dan rakyat biasa.

Karena kondisi ekonomi yang sulit si Plebeian ini menjadi budak hutang dari si bangsawan itu, maka akhirnya pada suatu titik mereka melakukan pemogokan umum, jadi mereka tidak mau bekerja, cabut dari kota, minggir ke suatu pegunungan dan disana mengadakan penerimaan otonom, itu terjadi di abad ke 4 SM. Dan itu dianggap secara praktik itu mendahului atau menjadi salah satu sumber inspirasi dari pemikiran anarkho yang kemudian muncu,”Martin Surya Jaya dalam diskusi di Histori.id tentang Sejarah Gerakan Anarkhi.

Diskusi yang dilakukan di Historia.id ini dilakukan karena adanya kegelisahan yang muncul dari beberapa kawan terhadap rancunya istilah anarkhi. Seperti halnya kita juga mengenal bahwa istilah radikal bagi penguasa dan radikalisme yang sebenarnya juga rancu.

Istilah anrkhis tidak jauh beda. Para penguasa konvensional melihatnya bahwa anarkhi merupakan suatu gerakan yang liar dan dilakukan oleh anak-anak brandal. Akan tetapi jika kita melihat sejarah Gerakan Anarkhis ini maka anggapan tersebut tidak benar.

Menurut keterangan dari Martin Surya Jaya dalam diskusi di Historia.id yang telah kami transkrip ke dalam bentuk dialog teks seperti berikut

Kita bisa mengetahui bahwa Anarkhis merupakan gerakan yang secara sederhana dibagi ke dalam tiga rumpun. Yaitu Anarkhis Sindikalis (Proudhon), Anarkhis Hijau (Hamingway) dan anarkhis Individualis (Max Striner), ketiga rumpun ini yang akhirnya bercabang hingga membentuk diagram yang luarbiasa banyaknya.

Di Indonesia sendiri pemikiran tentang Anarkhis sudah muncul sejak zaman Multatuli dan hal tersebut menjadi wajar sebab Indonesia hadir pada masa pencarian. Sehingga banyak sekali teks dari berbagai pemikiran disinkretiskan sebagai bahan pemikiran untuk melepaskaan Indonesia dari penjajahan.

Menyimak diskusi tentang Sejarah Anarkhisme tersebut maka mampu disimpulkan sebagai berikut:

  1. Gerakan Anarkhi secara kelemahan tidak bisa hadir dalam lingkup yang luas, sehingga selalu gagal ketika diangkat ke wilayah pergerakan dalam lingkup Negara.
  2. Gerakan Anarkhi  sudah melarang adanya gerakan aksi secara penjarahan dan perampasan sebab hal ini justru menjadi boomerang terhadap kehancuran anarkhi.
  3. Melihat dari beberapa hal di atas maka sangatlah jelas jika ada gerakan anarkhis yang bersifat penjarahan dan ajakan untuk melakukan peperangan adalah gerakan diluar ideology anarchism sebenarnya.
  4. Hal ini menjelaskan bahwa gerakan makar berlabel Anarkhi seperti di Tangerang merupakan gerakan yang ditunggangi atau dikooptasi oleh kepentingan politik lain yang berniat untuk menggulingkan pemerintahan. Sebab hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh kawan-kawan yang memiliki ideology anarchism.
  5. Pemikiran anarchism yang justru muncul di Indonesia pada awal kemerdekaan justru menjadi bagian pemikiran sinkretis untuk melawan penjajahan dan mencapai kemerdekaan.

Transkrip diskusi bisa di download di

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial