KULONPROGO, POSITIF HADAPI COVID 19

Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpantau pada Sabtu 04 April 2020, aktifitas perdagangan masih berjalan. Lalu lintas memang lebih sepi dari biasanya, bahkan para pembeli dari beberapa angkringan di Kulonprogo menurun cukup drastis. Akan tetapi, penurunan pembeli tidak membuat pedagang jemu untuk tetap melakukan perdagangan.

“Harus tetap jualan Mas, ini cara kami hidup. Walau memang sepi, bahkan kalau malam pembeli terkadang diusir sama polisi. Makan yang cepat, langsung pulang, begitu kata polisi Mas,”tutur Pak Te (bukan nama sebenarnya) seorang penjual angkringan barat Alun-alun Wates.

COVID 19,  memberi dampak pada banyak sector baik social dan ekonomi. Kampung-kampung mulai menutup diri dan memasang tulisan-tulisan peringatan di pintu masuk kampung atau dusun. Di Kulonprogo, hal ini juga terjadi, mereka memasang tulisan di depan pintu masuk dusun seperti : JAUHI VIRUS, DEKATI YANG SERIUS! LOCKDOWN TAPI TETAP RAMAIKAN MASJID! MBOTEN MENERIMA DAYOH RUMIYIN! WALAU DI RUMAH TAPI TETAP IBADAH!

Jargon-jargon tersebut, terpampang dipinggir jalan dan juga pintu masuk di beberapa desa di Kulonprogo.

“Kami berusaha membuat jargon yang positif dan tidak mengancam. Orang desa kan luwes mas, ojo nganti gawe loro ati. (Orang desa itu fleksibel, jangan sampai buat sakit hati),”tutur Putra salah satu pemuda di Kulonprogo.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial