DULU WABAH BERANI DATANG, KINI INDONESIA BERANI MELAWAN WABAH

Hai pejuang Negara, apa kabar kenangan?

Masa lalu adalah perjalanan panjang yang telah lewat, namun ada baiknya kita memahami sejarah sehingga kita berani menghadapi hari ini dan masa depan.   Bangsa Indonesia, sedang dilanda oleh penyebaran virus COVID19  yang membuat kita semua waspada dan ada pula beberapa orang yang paranoid. Bahkan sampai mengarah pada ketakutan yang radikal dengan menutup jalur pintu masuk kampung dan mengatakan LOCK DOWN.

Perdebatan tentang penanganan pun terjadi ada beberapa media social yang mempermasalahkan Solusi dari Gubernur DKI Jakarta untuk Karantina Kesehatan sementara Pemerintah pusat lebih menerapkan darurat sipil untuk menangani kasus virus ini. Beberapa menyampaikan bahwa dulu pernah terjadi wabah dan akhirnya pemerintah Belanda pun melakukan karantina, kenapa sekarang tidak?

Oke para pejuang  Negara, mari kita tanya sejarah!

Pernahkah di tanah ini di serang oleh wabah?

Jawabannya adalah pernah yaitu pada tahun 1665-1668 pada zaman VOC, lalu pada 1918 merebak flu spanyol di Hindia-Belanda, tahun 1911-1912 juga terjadi wabah yaitu wabah PES. Flu spanyol pada waktu itu menyebabkan tingkat kematian yang cukup besar di Hindia-Belanda, tingkat kematiannya ketiga terbesar setelah Spanyol.

Apakah dilakukan Karantina waktu itu?

 Ya, untuk menanggulangi wabah ini ternyata pihak pemerintahan Hindia-Belanda melakukan karantina kesehatan bagi para pejabat Negara dan para pemangku adat di Jawa. Pribumi yang waktu itu sedang digalakan kerja paksa tentu tidak dikarantina. Ingat, ini terjadi pada zaman pra kemerdekaan lho atau zaman penjajahan.

Mirisnya, rumah para pribumi dihancurkan dan dibedah, sebagai salah satu  cara mencari penyebab Wabah tersebut. Hal ini disebabkan karena wabah ini memang sangat bahaya bagi kesehatan.

***

Nah, para pejuang Negara, kita tahu bahwa wabah di tanah kita terjadi tidak hanya sekali ini. Para pendahulu kita bahkan pernah merasakan penderitaan dan ketakutan kematian yang luar biasa. Karantina akhirnya dilakukan oleh bangsa Belanda karena alasan tentara mereka akan mati karena ditakuti pribumi yang membawa wabah tersebut.

Wabah pada zaman dulu dan wabah pada tahun 2020 ini sangatlah berbeda tentunya. Waktu itu memang wabah PES ini sangat berbahaya kemungkinan kematian sangat tinggi. Sementara Virus Covid19 yang masuk ke Indonesia memiliki kemungkinan kematian 2%. Tentu akan menimbulkan dampak ketakutan yang tidak sebegitu parah dan paranoid. Selain itu, pada waktu itu Karantina hanya dikhususkan untuk pejabat Belanda yang menjajah ke tanah  jawa. Tentu, pihak mereka tidak akan berfikir dampak ekonomi dan politik di daerah itu sebab yang mereka pikirkan adalah keuntungan dan bagaimana menyelamatkan diri di tanah yang dijajah.

Mengapa COVID 19 terlihat begitu berbahaya dan seolah meneror banyak Negara?

Tentu, karena pengaruh media online dan media social yang cukup luar biasa. Seandainya pada waktu zaman Hindia Belanda ada media social, kita bisa bayangkan betapa menakutkan dan kabar kematian akan melingkupi kita setiap hari. Memang akhirnya kita harus belajar bagaimana mengendalikan media sosial dan media online saat ini.

Indonesia akan bisa bangkit dari Corona tanpa harus kita terlalu takut, tetapi yang perlu kita takutkan sekarang yaitu ketika kita tidak sehat. Maka yuks, para pejuang Negara, kita jaga kesehatan tubuh, kesehatan jiwa, kesehatan batin! Kalau terasa sakit kita lakukan karantina mandiri. Kita jaga jarak seperti saat kita terjangkit  Flu dan Batuk-batuk. Kuatkan kesehatan dengan cara-cara alami.  Indonesia Bangkit, Melawan Covid 19.

(Shodiq Sudarti)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial