AKSI CERDAS JOGJA,GEJAYAN MEMANGGIL #2

:mari sampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

Sebuah gerakan masa yang cukup edukatif dan cerdas, dalam hal menyampaikan tuntutan kepada para wakil rakyat. Gejayan Memanggil #2 yang terlaksana pada Senin, 30 September 2019 mampu membuktikan bahwa Yogyakarta masih memiliki pemuda yang mengutamakan isu daripada eksistensi kelompok atau kuasa politik.

Desas-desus konflik dan kabar bahwa aksi tersebut akan ditunggangi kepentingan suatu oknum telah beredar beberapa hari sebelum aksi. Disinyalir pula akan ada genk motor dan genk klitih dari pelajar Se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan datang dan membuat onar. Namun, masa yang didominasi mahasiwa dan para rakyat Indonesia di Yogyakarta, di bawah terik matahari panas mereka masih mampu mereda emosi. Semangat mereka untuk mengubah Negara tanpa dipolitisir dan tanpa mengunggulkan eksistensi kelompok atau individu mampu dibuktikan dengan berlangsungnya aksi secara damai.

Ribuan rakyat Indonesia di Yogyakarta yang mengikuti aksi Gejayan Memanggil #2 telah mampu menjadi penanda zaman yang luar biasa. Mereka tidak hanya menyampaikan tuntutan pada wakil rakyat, mereka juga telah bisa mendidik ribuan masyarakat untuk kembali peduli pada bangsa. Anak-anak pelajar yang hanya berfikir pada nilai dan permainan online akhirnya turun ke jalan dan mampu berdiri bersama pemuda bangsa lainnya menyuarakan yang terbaik untuk bangsa. Mahasiswa-mahasiswa yang biasanya hanya berangkat ke mall, berangkat ke tempat-tempat hiburan akhirnya mereka mulai peduli pada bangsa. Segala teori politik, hukum, kebudayaan, dan social mereka baca dan mereka pelajari. Kegelisahan mereka pada bangsa yang sedang tak baik-baik saja, coba mereka lontarkan. Tinggal kini cara mereka yang benar ini, apakah akan direspon baik oleh pemerintah atau tidak?

Melihat hal ini, harusnya pemerintah peduli. Tanpa keributan, dan dengan menghormati demokrasi yang telah berlangsung, rakyat sedang mengajak untuk berdialog. Harusnya wakil rakyat yang baru saja dilantik malu dan peduli, bahwa rakyat tidak tidur, bahwa rakyat sedang mengajak berdealektika. Seharusnya seluruh tokoh bangsa ini bangga, bahwa rakyat punya keinginan besar untuk menjaga kedaulatan hidup, kedaulatan berbangsa dan bernegara.

Jika dengan hal ini, pemerintah masih bisu dan diam maka bukan mustahil jika pada akhirnya Rakyat harus marah dan berteriak lebih keras. Supaya para dewan tidak malas dan kembali bangun dari ketidaksadarannya bahwa dewan adalah wakil dari suara rakyat yang saat ini mereka masih saja mengalami penindasan.

Jika dengan kesabaran, tuntutan rakyat yang disampaikan oleh para ativis Gejayan Memanggil #2 ini tidak di tanggapi pemerintah maka jangan salah jika para aktivis akan ber-aksi dengan lebih keras. Rakyat tidak tidur, rakyat sudah sadar bahwa bangsa kita tak baik-baik saja. Bahwa para pemimpin dan politikus di Indonesia lebih banyak yang main-main daripada bekerja.

Kita satu bangsa, mari kita bangun dengan benar!

-EL Putro Bantolo-

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial