MENOLAK KOLONIALISME, INDONESIA TAK BOLEH DIGADAI


: Nasionalisme, Islamisme, Marxisme, inilah yang menjadi azas pergerakan-pergerakan bangsa di Asia. Paham yang menjadi roh pergerakan di Asia dan roh pula pergerakan-pergerakan di Indonesia-kita ini. (Soekarno)

Ada banyak perbincangan dan kegelisahan yang terjadi di akhir-akhir ini menyangkut kerjasama dengan asing dan seolah-olah bangsa kita telah digadaikan. Kapitalisme dan penguasaan dari bangsa asing seolah merebak kuat di negara Indonesia dan menjadi kegelisahan bersama. Kritikan muncul seolah pemerintahan kita tidak tegas.

Tidak hanya di zaman ini, kegelisahan akan penjajahan dan penguasaan dari negara asing akan negara kita sudah menjadi kegelisahan para pendiri bangsa ini. Para pendiri kita telah menggagas dan mencoba menciptakan ideologi berfikir dalam diri bangsa ini supaya kita mampu menangkal kolonialisme sehingga bisa menjadi bangsa yang benar-benar merdeka.

Bung Karno dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1 menyampaikan bahwa nyawa perjuangan kita Indonesia, memiliki tiga sifat: Nasionalistis, Islamistis dan Marxisme. Ketiga hal ini haruslah bersatu, dapatkah Islamisme itu, yang hakekatkanya tiada bangsa, dirapatkan dengan materialismenya Marxis yang bersifat perjuangan internationale? Dapatkah Islamisme itu yang adalah suatu agama, dalam politik jajahan bekerjasama-sama dengan Nasionalisme yang mementingkan bangsa, dengan materialismenya Marxisme yang mengajar perbendaan?

Ketiga ideologi di atas adalah pangkal atau pondasi yang dipikirkan oleh pendiri bangsa ini sebagai dasar berfikir untuk melawan penjajahan. Sehingga segala aksi atau kegiatan yang ingin memecah belah bangsa kita dengan kuasa agama dan melepaskan kerikatan agama dengan nasionalisme dan marxisme adalah suatu agenda aksi yang lepas dari pondasi berfikir pendiri negeri ini.

Kolonialisme bagi Soekarno bukan hal yang disebabkan oleh suatu problem eksistensi sebuah bangsa atau suatu keinginan politik kekuasaan. Akan tetapi hal ini disebabkan oleh permasalahan rejeki atau sumber daya hidup (alam & manusia). Alam Indonesia adalah alam yang cukup kaya akan hasil tambang dan hasil rempah-rempahnya. Sebagai suatu negara, indonesia memiliki cukup kaya akan modal hidup, hal ini yang membuat penjajahan berlangsung. Maka akan sangat jelas, jika ada ideologi yang ingin memecahkan belah bangsa kita, tidak lain, tidak bukan, mereka sedang mengejar sumber daya alam indonesia.

Persatuan adalah jawaban yang paling kuat untuk menolak kolonialisme, untuk menolak penjajahan asing. Seperti yang disampaikan Bung Karno: Persatuanlah yang kemudian hari membawa ke arah terkabulnya impian kita: Indonesia-Merdeka!

-shodiq sudarti-

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial