MEMELIHARA NUSANTARA DI DUNIA KAMPUS:Kuliah Jangan Sampai “Kesurupan”

Pendidikan adalah rahim dari  kesadaran diri yang terlahir dalam wujud jati diri.  Merdeka,  mampu menentukan nasib dan menggambar peta jalannya sendiri. Pendidikan bukanlah ruang untuk menciptakan makhluk asing dalam diri.”

Kesurupan adalah peristiwa magis yang dialami manusia. Yaitu adanya ruh asing yang masuk dalam diri manusia dan mengatur kesadaran seseorang. Mereka akan mendapatkan energi baru, bahkan lebih kuat dari energi yang dimiliki oleh seseorang yang sedang kesurupan. Namun di saat itulah kesadaran diri seseorang sedang dijajah dan dikendalikan oleh makhluk asing. Bergerak dan menari tanpa keinginan dari diri namun keinginan dari ruh asing yang menguasai diri.

Gedung-gedung perkuliahan di Indonesia telah banyak berdiri, dan setiap tahunnya melahirkan ribuan sarjana. Tiap hari para mahasiswa dicekoki dengan teori-teori asing yang diimpor langsung dari belahan dunia. Dikenalkan dengan paham-paham asing yang terbukti mampu membawa kemajuan yang lebih baik di negaranya. Proses konsumsi teori asing ini terjadi setiap waktu dan berlanjut dengan proses distribusi teori asing yang selalu berkembang setiap saat. Namun kepesatan konsumsi dan distribusi teori asing tersebut tidak diimbangi dengan produksi teori yang berasal dari nilai dan kesadaran jati diri.

Jangan sampai menjadi sarjana yang “kesurupan” oleh pemikiran asing. Sebab pendidikan dilahirkan untuk membebaskan diri kita dari pengekangan. Ki Hajar Dewantara dalam panca darma pendidikan mengatakan bahwa pendidikan mengacu pada nilai kebangsaan, kebudayaan, kemanusiaan, kemerdekaan dan kodrat alam. Ada nilai bangsa dan budaya yang seharusnya diproduksi dari proses pendidikan ataupun perkuliahan. Sarjana terlahir mempunyai beban untuk membawa manusia ke dalam kemerdekaan dan mengerti akan kodrat alam bahwa setiap individu memiliki perbedaan dan cara hidup. Begitupula kita harus menyadari bahwa seharusnya setiap bangsa memiliki perbedaan nilai dan cara hidup.

Rabindranath Tagore dari India yang sempat mendapatkan pendidikan di Inggris, dia mampu lahir sebagai seorang yang mendidik masyarakat untuk mengenal kembali nilai budaya India melalui sekolah Shantiniketan. Tagore menumbuhkan nilai-nilai kemerdekaan dalam berfikir, berbudaya dan menentukan harapan hidup bagi masyarakat India. Dia bukanlah sarjana dari perkuliahan di Inggris yang “kesurupan” dengan teori asing. Dia tidak menjadi konsumen teori asing yang membuatnya latah dalam berfikir. Dia masih mampu menciptakan nilai bangsa dan budaya atas kesadaran dirinya.

Pendidikan akan menjadi plataran pertunjukan Jathilan yang membuat seluruh sarjana menari kesurupan karena dihuni dan dikendalikan oleh pemikiran asing jika pendidikan tidak mampu memproduksi teori yang bepijak dari  nilai dan budaya bangsa. Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa setiap orang merdeka harus memperhatikan dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia hidup. Seorang yang merdeka adalah dia yang hidup dan menghidupi diri, masyarakat dan semesta alam dengan penuh kesadaran diri.

-shodiq sudarti-

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial