KELUARGA DALAM CARA PANDANG DUNIA

“Keluarga adalah peradaban terkecil yang harus dibangun sebelum peradaban lain yang kita anggap lebih besar.”

Pada awalnya kita bukanlah orang yang bernegara, bukanlah orang yang beragama namun kita adalah manusia yang hidup di bumi dengan segala kepentingan dan segala aktifitas untuk bertahan hidup. Negara yang berkuasa dengan hukum-hukum dan batas wilayahnya bukanlah karunia dari takdir namun perjuangan atas nasib-nasib makhluk zoon politikon yang ingin merdeka dan berkuasa. Tuhan yang diyakini dengan konsep kita sekarang ini lahir dari sejarah panjang pembentukan. Yaitu bermula dari api, batu, pepohonan, matahari, kuburan, dewa-dewa hingga menjadi wujud ghoib yang Maha atas segala-galanya.

Begitupula agama, dia bukanlah anugerah alam semesta yang lahir dengan esensinya seperti saat ini. Agama terlahir dari sejarahnya yang panjang yaitu berawal dari rasa yakin, rasa percaya, rasa memiliki, rasa berkuasa, dan kemudian segala rasa tersebut dilembagakan menjadi agama. Sebab negara membutuhkan penerapan sistem untuk mengatur masyarakat dengan segala keyakinannya sehingga pelembagaan agama menjadi penting.

Akan tetapi keluarga adalah hasil dari takdir sebab dia lahir dari cinta kasih manusia. Keluarga bukan hanya menjadi sistem politik terkecil akan tetapi keluarga adalah lahan tempat menyemai benih cinta dan kasih sayang manusia.

Sebagian tokoh besar di dunia sepakat bahwa keluarga adalah hal terpenting dalam peradaban dunia. John wooden mengatakan bahwa hal terpenting di dunia adalah keluarga dan cinta. George Santayana mengatakan bahwa keluarga adalah salah satu mahakarya alam. Princes Diana mengatakan bahwa keluarga adalah hal terpenting di dunia. Selanjutnya Will Durant menuturkan jikalau keluarga adalah inti peradaban.

Manusia dilahirkan dari keluarga, sistem hukum dilahirkan dari keluarga, sistem politik dilahirkan dari keluarga, sistem pendidikan dilahirkan dari keluarga dan kebudayaan lahir dari keluarga. Keluarga bukanlah suatu koloni terkecil dari bagian koloni manusia di dunia ini yang bisa dianggap remeh temeh. Sebab kelahiran peradaban adalah keluarga. Dia merupakan rahim dari ideologi-ideologi yang berceceran di muka bumi. Tanpa keluarga maka tidak akan pernah ada sekumpulan masyarakat besar yang disebut negara ataupun yang disebut dunia.

Keluarga adalah benih kehidupan yang harus diasuh pertama kali sebab tanpanya dunia ini akan menjadi neraka yang di dalamnya dihuni manusia-manusia tuli dan buta.

-shodiq sudarti-

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial