JANGAN TAKUT MENCIPTA SEJARAH BAGI NEGERI:Tari Kecak, Melampaui Kontemporer Menjadi Tradisi

“Tradisi adalah perjalanan hidup. Perjalanan yang menduduki sistem dalam masyarakat dan menciptakan semangat serta cara pandang pada kehidupan masyarakat.

APA KABAR KENANGAN, SAHABAT ABEGE?

Nah, kali ini sering kali kita dengar kabar baik, beberapa berita tentang usaha pemerintah mengembalikan rasa cinta budaya Nusantara. Kiranya apa bisa rasa cinta kita pada budaya Nusantara itu tumbuh? Tentu bisa, jika kita suka kembali mengenalinya dan menyapa kenangan sejarah dari para pendahulu.

Yuks, kita tanya pada sejarah, bagaimana sih dulu para pendahulu kita mencipta karya budaya kita?

Kali ini sejarah akan menjawab dengan contoh terciptanya Tari Kecak.

Tari Kecak bukanlah lahir semata-mata sebagai bentuk ritual masyarakat Bali. Akan tetapi kemunculannya merupakan proses kreatif antara I Wayan Limbak dan Walter Spies seorang seniman dari Jerman. Tarian ini muncul pada tahun 1930-an yang berangkat dari semangat tarian Sang Hyang.

Kerja keras kedua seniman tersebut akhirnya mampu membongkar paradigma tradisi yang kaku dan bersiteguh pada pakem. Mereka melahirkan karya kontemporer pada waktu itu yang mampu menjawab cara pengembangan penciptaan tari. Karya mereka tidak seperti tarian-tarian ritual sebelumnya. Karya mereka merupakan jembatan bagi perkembangan sejarah tari. Nalar kerja kreatif mereka membuktikan bahwa tradisi bukanlah hal yang diciptakan oleh leluhur dengan kekuatan ghoib namun mereka menggunakan nalar modern dalam berkarya.

Tari Kecak dilahirkan dengan cara kerja modern yaitu kolaborasi, rekontruksi dan konservasi. I Wayan Limbak yang merupakan maestro tari di Indonesia berkolaborasi dengan Walter Spies yang merupakan pelukis dan pemusik asal Jerman. Nalar musik yang dikomposisi merupakan satu paduan suara yang keluar dari bunyi mulut atau bunyi manusia. Nalar musik tersebut kemudian dipadukan dan dikolaborasikan dengan gerakan-gerakan tari. Cerita yang diciptakan bukanlah sebuah cerita baru akan tetapi sebuah cerita yang dibangun dari kisah Ramayana.

Fantasticnya kedua orang ini, mampu menempatkan karya kontemporer mereka ke dalam sistem masyarakat. Hal ini menjadi niscaya sebab kedua orang tersebut tidak melepaskan nilai-nilai dan simbol-simbol yang mampu berkoneksi dengan nalar masyarakat. Mereka mampu menempatkan tarian ini alam yang bebas dan dengan visual yang tidak jauh dari nuansa ritual orang-orang Bali. Sehingga sejarah bergerak dan berlangsung hingga saat ini Tarian Kecak lahir sebagai tarian khas Bali yang bahkan mampu melampaui tarian tradisi lainnya.

Tradisi akhirnya terbukti sebagai sebuah perjalanan yang bergerak dan berkembang sesuai zamannya. Tradisi bukanlah entitas budaya yang dipertentangkan dengan modernitas akan tetapi dia merupakan perjalanan hidup yang mampu beradaptasi dengan sistem dan dia selalu berkembang. Hal paling hebat yang bisa dibuktikan dari tarian Kecak yaitu tradisi bukanlah karya yang dilahirkan oleh leluhur dengan kekuatan ghoib.Tapi dia lahir dari jiwa-jiwa yang mampu membaca kebutuhan masyarakat dan mampu menciptakan cara hidup dan cara pandang zaman yang terus bergerak.

***

Nah, mari kita kenali kembali budaya Bangsa Indonesia supaya karya-karya kreatif kita di era modern ini tidak lepas dari kebudayaan Nusantara. Kebudayaan yang dibangun dari nilai Pancasila.

-michael nafas-

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial