Masyarakat Jogja Ajak Indonesia Perangi Tagar Provokatif

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Tahapan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 baru dimulai. Namun ketegangan di masyarakat sudah kian terasa, bahkan di beberapa daerah eskalasinya cenderung memanas.

” Sebagai salah satu daerah Istimewa dan miniatur Indonesia, sudah selayaknya Jogja menjadi pionir penggerak bagi terselenggaranya Pemilu 2019 yang damai dan berintegritas. Maka dari itu melalui gerakan ini kami mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut memerangi tagar-tagar provokatif selama pelaksanaan Pemilu 2019 ini,” papar Ketua Masyarakat Yogya untuk Pemilu Damai (Masyuda) Totok Ispurwanto, Senin (6/8).

Menurut dia, benih-benih kegaduhan yang cenderung memecah persatuan dan kesatuan bangsa terkait Pileg dan Pilpres 2019, saat ini sudah terpapar demikian massif di media sosial. Dari sekedar propaganda sentimen SARA, bayang-bayang aksi radikal-terorisme, hingga provokasi dalam bentuk perang tagar. Maka dari itu, Masyuda yang merupakan wadah gabungan elemen organisasi pemuda, mahasiswa, tokoh lintas agama, dan komunitas kreatif Jogja serta didukung oleh Aliansi Bela Garuda, Gemayomi, FKUB, Banser dan Barisan Siratal Mustaqim berinisiatif dan memilih langkah preventif untuk mencegah, menangkal, dan mengeliminasi potensi berkembangnya konflik di masyarakat.

“Caranya sudah kami lakukan kemarin petang di Gedung Agung dengan melakukan deklarasi #2019PEMILUJOGJADAMAI dan Berintegritas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Totok melalui Masyuda menyatakan sikapnya yakni menolak segala bentuk Politisasi agama pada Pemilu 2019. Kemudian menolak segala bentuk tagar pemecah belah bangsa,  mewaspadai dan menolak segala bentuk aksi radikal-terorisme atas nama apapun. Termasuk mendorong semua pihak turut serta dalam menciptakan situasi politik yang sejuk, damai dan penuh kenyamanan serta mendorong semua pihak turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat untuk pemilu yang damai, demokratis, dan berintegritas.

“Kami juga memohon kepada Ngarsa Dalem Sultan HB X, Gubernur, Kapolda, Danrem, KPU, BAWASLU, dan semua jajaran di segala tingkatan untuk terus bersinergi namun tegas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing demi menjaga Jogja tetap istimewa,” tegas Totok.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial